Saturday, February 13, 2010

Valentine?



Jadi sekarang itu hari Valentine ya?

Oooo... (*nanya sendiri, jawab sendiri,ahahaha)

Trus Picka datang.

me : Pick, ntar malem kita makan coklat yuk
Picka : Coklat apa?
me : Coklat yg dikasih sama tante Jeni pas ultah aku kemaren.
Picka : (*sigh) ooo. iya. he... (dengan tampang prihatin,hahaha)


I guess today is still gonna be like the other ordinary boring day.
Untung saja ada coklat sisa kado ulang tahun. Dan film Music and Lyric di TV ntar malem.
Dan kembali, again and again, harus melewatinya bersama Prisca Akhaya. ahahaha (*sigh :p)

Dan Valentine-nya sendiri? ah saya sendiri tidak pernah terlalu memusingkan diri untuk merayakannya. Sampai sekarang pun belum ngerti konsep perayaannya untuk apa. But to be positive--maybe there's something good about having one special day to express love for all who've been forgotten by us--I guess. Anyway, setiap hari saya (berusaha) menikmati countless love dari berbagai sumber cinta,haha. Tapi memang asik juga sih kalo dapat coklat gratis di hari ini. hmmmm (*mupeng, sambil merindu the Jennings di St.Louis--I wish I could be there at this very moment, and enjoy eating heart-shape chocolate with them :') )

-picture source

Thursday, February 4, 2010

pernah tidak?

pernahkah kamu merasa bodoh?
melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.
tergoda untuk memaklumi.
terdorong untuk memahami.
sampai akhirnya meyakini kesalahan itu tidak akan terulang lagi.
tapi ujung-ujungnya?
kamu melakukannya lagi. dan siklus itu terulang lagi.

pernahkah kamu merasa jatuh dan sakit?
saat kamu merasa semuanya sudah ter-set dengan sempurna.
saat kamu me-review setiap adegan yang sudah terlanjur terlewat.
saat kamu sudah memberikan dan mengorbankan semuanya.
yakin tidak ada satu skenariopun yang salah.
tapi hasil akhirnya menjadi sangat kabur. tidak jelas. gelap.
dan saat kamu menangisi kegagalan itu yang ada malah rasa sakit yang semakin dalam.

pernahkah kamu merasa mati?
semua warna jadi sama.
keindahan malah menjadi sesuatu yang statis.
aluran nada menjadi tidak melodis.
setiap keagungan ditanggapi skeptis.
semua pertanyaan dan pernyataan malah membuat diri menjadi apatis.

pernahkah kamu merasa lelah?
bosan?
capek?
sama semua tuntutan hati?

pernahkah kamu merasa kalah?
memohon agar semuanya berhenti.
bahkan terbersit setitik harapan agar semuanya bisa kembali dan diperbaiki.
tapi akan lebih baik lagi kalau semuanya jangan pernah terjadi.
tapi semakin kamu memohon, hati kamu serasa dijitak.
semuanya udah diatur. udah terlanjur. mau diapain.

pernahkah kamu merasa kotor?
saat kamu 100% sadar bahwa Tuhan sudah memberi kamu semua hal.
all things that a human could possibly wish for.
tapi kamu tetap saja meratap. mengeluh. sedih. kalut. bertanya-tanya; kenapa semuanya ga adil?
sampai akhirnya kamu sadar sendiri. keluhan-keluhan kamu itu useless banget

kalau kamu pernah merasakan semua perasaan diatas, tidak apa-apa kok.
saya juga pernah.
:)

-dita purnama. 04022010-