Wednesday, September 15, 2010

NOT NOW

Not now.

Mungkin nanti; disaat batas sadarmu tak mengalahkan batas khayalmu.

Disaat anganmu tetap teryakini, walau galau setia menemani.

Disaat niatmu tidak tergoyahkan, walau realita jauh dari mimpi.


Not now.

Mungkin nanti; disaat kamu berusah berlari, tapi kamu sudah tahu kemana harus kembali.

Disaat perih yang terpatri, terlepas oleh kelembutan hati.

Disaat kamu tersadari, bahwa kamu tak perlu lagi mencari.


Not now.

Mungkin nanti; disaat kamu terduduk dan mengulang kaji.

Disaat kamu sadar yang terlewati bukan sekedar ilusi.

Disaat kamu tahu, tidak ada satupun yang bisa mengimitasi


Not now.

Mungkin nanti; disaat ketakutan bukan lagi menjadi pilihan.

Disaat keraguan hanyalah sekedar bisikan setan.

Disaat keterbatasan hanyalah godaan ringan dalam menggapai impian.


Not now.

Mungkin nanti; disaat parasit menjadi mutual

Disaat awan hitam menjadi aurora.

Disaat adanya ketidak raguan atas badai yang pasti akan melewati masa ganasnya.


Not now,

mungkin nanti; disuatu masa yang belum terdeskripsi pasti.


"Not now", seperti yang sering kita ucapkan. Walau hanya sekedar gurauan.


pic source

Friday, September 3, 2010

Go Girl :D



yesterday my best friend called me at 11 pm. she screamed and said something about my appearance on her favorite magazine. i honestly never expect it, cz i sent that article for like what? 3 months ago?
i did that just because i have nothing to do. beside, i was hoping; if i'm lucky, that writing might get publish so i will get perfect A from my PR-writing lecturer.
So, yup! even though its very late, but my article is on Go Girl! September edition :D

Yaay!

*too bad. if only its published on June, i would've get that A from Miss J-lo -___-
hahaha, o well, i'm happy anyway. thank God ;)
and you know what's funny: i can't buy that magazine, cz i live in such a small town where people seem having no interest on reading Go Girl! lol :D

Lihatlah Kita

Lihatlah kita

Apa ada yang berubah

Rasanya tidak

Sesaat mengendarai memori

Hanya ingin tahu sampai manakah ia akan tersesat

Adakah batasan untuk berhenti

Atau mungkin aba-aba untuk istirahat dan memutar arah


Lihatlah kita

Apa lagi yang mungkin dibanggakan

Kelemahan hati sudah meruntuhkan semua

Sesaat merangkak naik, mengintip pada sisa-sisa harapan

Dengan mudahnya setiap detail yang telah terlewatkan menggagalkan segalanya

Detail-detail yang dulunya berhasil menggantung, mempermainkan, dan membuat mual

Bahkan sampai sekarangpun masih terasa; ibarat masuk angin, dan angin itu terjebak, tidak bisa keluar, malah menyewa tempat di hati untuk menyakiti sebebasnya.


Lihatlah kita

Keangkuhan kita untuk saling menjauh

Keterbatasan kita untuk saling melepaskan

Kebodohan kita untuk saling mengikat diatas karet yang sudah rapuh

Kepintaran kita untuk menunjukkan ego

Ketidak berhasilan kita menjaga yang diarahkan, mempertahankan yang diamanahkan

Kelalaian kita untuk mengenal diri kita sendiri dan memastikan apa yang terbaik


Lihatlah kita

Yang sampai saat ini masih bernaung di bawah kata “kita”-- disaat kata jamak itu harusnya sudah menjadi tunggal.

pic source click here