Wednesday, June 26, 2013

June Comes Too Soon

Ya Tuhan. Baru kemaren rasanya nulis di blog ini di malam tahun baru dan itu ternyata udah enam bulan yang lalu. Can I get a “trus gue harus bilang WOW, gitu?” Ok, thank you.
Saya inget banget pas malem tahun baru itu rasanya campur-campur antara galau, semangat, takut, bingung, wah banyak deh. Namanya juga mahasiswi unyu yang kala itu menunggu lulus. Baru berasa hidup itu susah dan enggak selalu mulus.

Tapi sejauh ini, 2013 benar-benar berlalu cepat sampe update blog lebih sering pun enggak sempat (itu mah lo nya aja yang sok sibuk, Dit). So… just a quick update about whats been happening with me all these months. Narsis sekali-kali boleh lah ya, cyiiin. Enggak akan merugikan siapapun ini. Ehehehe.

1. Sudah jadi sarjana yang terkadang masih galau mikirin mau kemana
Jadi pada pertengahan Januari, nama saya sudah bertambah panjang. Sekarang jadi Andita Putri Purnama S.Ikom atau yang versi kerennya Andita Putri Purnama BA Comm. Perjuangan selama empat bulan itu menghasilkan segerombolan jerawat dan badan kurus yang makin minta dirawat. Tapi memang dalam menepati janji, Tuhan enggak pernah telat dan enggak pernah pelit. Karena selalu ada mudah setalah melalui si sulit. Dalam meraih sesuatu harus berusaha, berdoa dan berserah. Akan ada saatnya Tuhan ngetes kita sampe kita marah, tapi hasilnya akan luar biasa jika kita enggak sedikitpun menyerah. After 4 months of struggling and crawling to break free, I finally reached that bachelor degree! Emang belum resmi amat karena belum ada toga-togaannya. Yang jelas beban di pundak ini sudah lepas.
photo is taken from here


2. Memanjakan jiwa raga dengan liburan bareng keluarga.
Syakalaka Malacca! We went to Malacca for a week.  Sebenernya untuk nemenin Papa berobat, sekalian menyegarkan otak yang berbulan berkutat dengan diktat. Aaargh I’m so glad that the so called thesis writing is finally over (though I miss my friends in college so much). Berada di Melaka beberapa hari menyadarkan saya akan satu hal: kemanapun akan bertandang, nggak ada yang seenak masakan Padang. Untuk pelayanan rumah sakit, emang Malaka bisa diacungin jempol lah. Empat jempol kalo boleh. Mereka bener-bener mengutamakan pelayanan, bikin yang berobat itu jadi tenang dan senang. Pokoknya recommended buat siapapun yang ingin dapat pelayanan kesehatan.


3. Syubidu-dub-dub, I got a job!
Ini adalah hal yang enggak direncanakan sebelumnya. Tapi ya namanya juga hidup. Hal-hal yang paling terapresiasi adalah hal-hal yang sebelumnya enggak sama sekali terprediksi. Saya enggak membayangkan sebelumnya bisa bekerja di NGO. I love volunteering and stuff but I never thought that I would start my career in this humanitarian field. Setelah tiga bulan bekerja disini, saya mendapatkan banyak sekali ilmu baru. Disini semua teori komunikasi yang saya pelajari akhirnya bisa teraplikasi. And it was surely difficult as hell in the beginning. Tapi sekarang setelah beberapa hal terlewati dan enggak sedikit jam-jam kerja yang bikin badan ini rasanya mau mati, akhirya saya sampai di tahap mengerti; hasil akhir yang luar biasa itu hanya bisa didapat jika kita bekerja dengan sepenuh hati. Sekarang saya menjalani hari-hari yang lebih menantang. Untuk pertama kalinya saya bertanggung jawab untuk sesuatu yang sepenuhnya ada di bawah lingkup pikir sendiri (enggak melulu di dikte sama bos). Dan seperti kata Opa Pramoedya: “berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri, dan maju karena pengalamannya sendiri”, I’ve never been this happy in earning money by doing something I actually love.

4.     Jadi anak Padang setelah bertahun jauh dari pandang.
Waktu kuliah dulu selalu mikir bakal end up di Jakarta. Setelah magang disana setaun, langsung mau cari daerah lain aja. It’s not Jakarta’s fault, it’s just me who refuse to deal with its complexity which is much harder than I thought. Saya pun sebelumnya enggak pernah kepikiran buat kerja di Padang. Ya mau ngapain disana? Paling-paling lowongan yang ada cuma jadi pegawai negeri dan pegawai bank. Tapi seperti kata nenek, manusia hanya pintar berencana, Tuhan lebih tahu harus nempatin kita dimana. Saya nggak tau taun depan saya akan ada dimana, ngapain, sama siapa, blablabla. Yang saya tahu hanyalah dimanapun saya berada, saya harus bisa jadi sesuatu yang bermanfaat. Satu tips random buat para fresh graduate, sebagai orang yang belum berpengalaman jangan terlalu mikirin duit; you just have to do it. Because form what I’ve learnt so far, when you’re good at what you do and you do it sincerely, money will say hi to you easily. So, you shouldn’t worry.

Kayaknya itu aja deh update-nya.
Kalo kepanjangan ntar yang ngetik ngantuk, yang baca juga lama-lama suntuk, hehehe.
Two things I should do in the near future:
·     Write more
·     Stay in touch with my friends. Not just my friends but also acquaintances. Yeah, I should do this. Hopefully this won’t be just a wishful thinking.


Okidoki. Peace, love and resolve